Di Agam, Longsor Hantam 3 Rumah, 5 Warga Terjebak Banjir Bandang

oleh -
Hujan Lebat sejak Minggu (22/6) menyebabkan longsor dan banjir bandang menghantam 5 kecamatan di Kabupaten Agam. Foto: BPBD Provinsi Sumbar

AGAM, SR–Hujan lebat yang melanda Kabupaten Agam sejak Minggu, (21/6) berdampak terjadinya longsor dan banjir bandang di lima kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman menyebutkan, lima kecamatan di Kabupaten Agam yang dilanda longsor tersebut, yakni, Kecamatan Tanjung Raya, Ampek Nagari, Malalak, Palembayan dan Matur.

Di Kecamatan Tanjung Raya, longsor terjadi di Jorong Muko Jalan, Nagari Tanjung Sani, Minggu (21/6) pukul 18.15 WIB. Material longsor menghantam tiga rumah, satu mushola dan menyebabkan satu unit jembatan putus.

“Longsor juga menyebabkan tertutupnya akses jalan akibat material lumpur, batu dan kayu. Penanganan longsor di kecamatan ini dilakukan Senin (22/6) dengan membersihkan material lumpur dengan alat berat,” ujar Erman Rahman.

Di Kecamatan Ampek Nagari, hujan lebat mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Jorong Kampung Melayu Nagari Sitalang, pukul 18.00 WIB. Akibat yang ditimbulkan dari banjir bandang tersebut putusnya jembatan darurat dan terjebaknya lima warga oleh air bah. “Saat ini telah di evakuasi den telah kembali ke rumah dengan selamat,” ungkap Erman Rahman.

Baca Juga: Tersangka YR Ditahan Terkait Kasus Dugaan Penyelewengan Infak Masjid Raya Sumbar dan APBD

Di Kecamatan Malalak, longsor susulan di Batu Apik Nagari Malalak Utara. Longsor membawa material lumpur dan batuan yg menutupi badan jalan, sehingga tidak bisa dilalui. “Karena curah hujan masih tinggi, maka untuk keselamatan pengendara sementara, jalan ditutup. Untuk penanganan telah dikoordinasikan dengan Dinas PUPR Provinsi Sumbar,” ujar Erman Rahman.

Sementara, di Kecamatan Palembayan, longsor terjadi di Jorong Silungkang Nagari Tigo Koto. Longsor menutupi jalan Provinsi Sumbar sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. “Untuk penanganan dilakukan gotong royong masyarakat dan menggunakan alat berat yang didatangkan dari Dinas PUPR Provinsi Sumbar,” tambahnya.

Di Kecamatan Matur, longsor mengakibatkan tertutupnya sebagian badan jalan oleh material lumpur sepanjang 6 hingga 7 meter, dengan ketinggian material mencapai 1 meter. Namun lalulintas kendaraan masih normal mengingat jalan cukup lebar. Untuk penanganan, dilakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Sumbar,” tambahnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.