Mahyeldi Himbau Warga jangan Berburu Baju Lebaran

oleh -
Penyerahan bantuan dari Astra kepada penyandang disabilitas di Kota Padang melalui Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Senin (18/5)

PADANG, SR–Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansarullah menghimbau warga Kota Padang untuk tidak mengutamakan pembelian pakaian lebaran di masa pademi virus corona (Covid-19) di Kota Padang.

Hal ini diungkapkan Mahyeldi ketika penyerahan secara simbolik bantuan sembako dari Group Astra Finance kepada masyarakat disabilitas Kota Padang, Senin (18/5).

“Saya sebagai wali kota tidak membuat pakaian untuk Lebaran pada tahun ini. Di masa pademi ini yang lebih penting kebutuhan pangan dari pada pakaian,” ucap Mahyeldi saat disinggung banyaknya warga kota memadati mal dan toko-toko membeli kebutuhan pakaian Lebaran.

Lebih lanjut, Mahyeldi menghimbau kepada warga Kota Padang untuk memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting.“Yang dibuka dan diberi fasilitas adalah pasar yang menjual kebutuhan pangan di kala masa Pembataasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini,” tambahnya.

Baca Juga: Tim Akuntanbilitas Pengawasan Ingatkan Pentingnya Dokumen Pengadaan APD

Sebelumnya, Sosiolog dari UNP Dr. Erianjoni, M. menjelaskan bahwa acuhnya masyarakat atas pemberlakukan PSBB disebabkan masyarakat berada dalam kondisi kesadaran refresif. Artinya, mereka akan sadar setelah ditimpa musibah. Alhasil, masyarakat mengangap remeh dan sepele ancaman wabah Pandemi Covid-19 dan tetap membuat keramaian, apalagi jelang hari Raya Idul Fitri.

“PSBB yang tidak tidak tegas memicu terjadinya pengelompokkan orang ke dalam kelompok-kelompok, karena untuk membuat orang patuh pada aturan PSBB, itu tidak gampang butuh fase untuk pembiasaan karena bersifat merubah pola hidup atau aktivitas manusia,” ucapnya.

Erianjoni menghimbau agar pemerintah melakukan tindakan represif untuk membuat efek jera kepada masyarakat pelanggar seperti di Kota Pekanbaru ternyata efektif menggurangi pengelompokkan orang. “Pemerintah harus membuat tindakan represif agar tercipta efek jera kepada masyarakat pelanggar, selain melakukan pendekatan persuasif dengan cara memberikan edukasi masyarakat,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.