Banyak Usaha Kuliner di Sumbar Enggan Test Swab dan Terapkan Protokol Kesehatan

oleh -18 views
Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal

PADANG,  SR–Tidak hanya management hotel saja yang perlu melakukan test swab terhadap seluruh karyawannya, pihak pengelola rumah makan dan kafe-kafe serta usaha kuliner di Provinsi Sumbar juga penting melakukan test swab terhadap seluruh karyawannya.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Senin (12/10).

Jasman Rizal mengungkapkan, saat ini masih banyak usaha rumah makan, kafe dan usaha kuliner lainnya yang belum melakukan test swab terhadap seluruh karyawannya.

Padahal, dengan melakukan test swab, maka pemilik usaha kuliner tersebut telah memberikan jaminan kepada konsumennya, bahwa usaha yang dijalankannya ikut peduli mencegah penyebaran Covid-19.

Selain banyaknya usaha kuliner yang tidak melakukan test swab, juga banyak dari usaha kuliner tersebut yang mengindahkan protokol kesehatan dalam melayani pengunjungnya.

Baca Juga: Aksi Demonstrasi Marak, Presiden Jokowi justru Ingatkan Ancaman La Nina

“Banyak ya, karyawan rumah makan, saat mengambil makanan tidak memakai masker dan bahkan bicara di depan makanan yang akan diambil dan hidangkan untuk konsumen. Doplet tentu muncrat dan masuk ke makanan. Termasuk juga tempat duduk konsumen tidak diatur berjarak. Tidak ada fasilitas tempat cuci tangan di depan pintu masuk,” ungkap Jasman Rizal.

Jasman Rizal juga mengingatkan masyarakat, agar benar-benar selektif memilih makan di luar. Dengan mengindahkan protokol kesehatan seperti ini, menurut Jasman Rizal, usaha kuliner seperti, rumah makan, kafe dan lainnya justru berpeluang menciptakan cluster baru penyebaran Covid-19. Karena virus corona sangat mudah menyebar melalui makanan.

Dengan telah diterapkannya Perda No 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Sumbar, Jasman menegaskan agar pelaku usaha kuliner ini dapat benar-benar menerapkan protokol kesehatan. “Dengan adanya Perda AKB ini, bagi pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan bisa disanksi administrasi denda hingga pidana,” tegasnya. (imk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *