Meski Kantongi Izin, Aktivitas Tambang CV Lambah Dareh Sejahtera Ditolak Masyarakat Kampung Dagang Agam

oleh -
Warga Kampung Dagang, Jorong Malabua, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Agam menggelar aksi menolak tambang galian C yang beroperasi di daerahnya. Foto: Juliandra

AGAM, SuaraRantau.Com–Puluhan masyarakat dari Kampung Dagang, Jorong Malabua, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Agam melakukan aksi damai menolak kehadiran CV Lambah Dareh Sejahtera yang melakukan eksploitasi tambang galian C di daerah tersebut. Padahal perusahaan tersebut telah mengantongi izin.

Salah seorang tokoh masyarakat dari Kampung Dagang, Nazarudin menjelaskan, masyarakat melakukan aksi damai karena eksploitasi tambang galian C yang dilakukan CV Lambah Dareh Sejahtera telah merusak lingkungan.

“Kami menolak CV Lambah Dareh Sejahtera beroperasi di daerah kami. Akibat tambang galian C, lahan pertanian kami rusak, yang disebabkan erosi akibat tambang tersebut,” ucapnya, Kamis, (6/6).

Nazarudin menambahkan, tambang galian C yang dilakukan di Sungai Batang Dareh tersebut membuat sungai menjadi keruh.

“Kami meminta, izin CV Lambah Dareh Sejahtera dicabut. Karena merusak sungai sebagai sumber kehidupan kami. Karena sungai yang keruh, kami tidak bisa melakukan aktivitas mandi dan cuci di sungai,” jelasnya.

Baca Juga: Cegah Banjir Tidak Terulang Lagi, Gubernur Sumbar Sebut Sungai di Ngarai Sianok Bakal Dinormalisasi

Niniak Mamak Kampung Dagang, Dt. Palimo Dirajo menambahkan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam hal pengurusan izin beroperasinya CV Lambah Dareh Sejahtera dalam melakukan eksplorasi tambang galian C di daerah mereka.

“Kita tidak pernah diajak berunding tentang izin tambang galian C ini. Tiba-tiba CV Lambah Dareh Sejahtera telah beroperasi selama lima bulan melakukan eksplorasi galian C. Jadi kami ingin tambang ini ditutup, karena lebih banyak memberikan kerugian bagi kami,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam, Afniwirman, menjelaskan, CV Lambah Dareh Sejahtera telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Galian C dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar). Pemberian izin ini, menurut Afniwirman telah sesuai dengan regulasi yang ada.

“Perizinan yang diberikan tentu telah memenuhi seluruh ketentuan, seperti dampak lingkungan, serta perizinan jalan yang akan di lalui. Jika seluruh masyarakat menolak, mungkin surat izin bisa ditinjau ulang oleh Pemprov Sumbar selaku pihak yang mengeluarkan izin,” jabarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.