Nagari Padang Tarok Agam Miliki Potensi Wisata Arung Jeram, Wagub Sumbar: Harus Diviralkan

oleh -
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy saat mengunjungi destinasi Arung Jeram Nagari Padang Tarok, Kabupaten Agam, Minggu (26/9).

AGAM, SR–Capaian vaksinasi Covid-19 pada daerah wisata akan mendorong pengembangan destinasi. Karena wisatawan nantinya akan memilih tempat yang nyaman dan aman bagi kesehatannya.

“Vaksinasi bisa dipandang sebagai promosi wisata. Wisatawan tentu lebih merasa aman mengunjungi destinasi yang capaian vaksinasi masyarakatnya tinggi. Karena relatif aman dari Covid-19,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy saat mengunjungi destinasi Arung Jeram Nagari Padang Tarok, Kabupaten Agam, Minggu (26/9).

Ia menyebut saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Agam masih rendah. Baru 8 persen dari jumlah penduduk. Audy Joinaldy mengingatkan, pengembangan destinasi wisata harus juga seiring dengan peningkatan capaian vaksinasi.

Baca Juga: Gali Potensi Wisata di Padang, Air Terjun Timbulun di Bungtekab Bakal Dikembangkan

“Nanti wali nagari atau camat bisa melakukan vaksinasi massal di destinasi wisata unggulan. Diliput, keluar di media massa dan viralkan. Itu akan menjadi promosi pada wisatawan bahwa destinasi ini bagus dan aman dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis menurut Audy Joinaldy juga harus memberikan contoh teladan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga saat wisatawan datang dan melihat, mereka benar-benar akan merasa aman.

Audy Joinaldy menyebut usai pandemi akan ada pergeseran minat wisatawan ke arah open space tourism atau tempat wisata terbuka. Ini menguntungkan Sumbar yang memang memiliki keunggulan di bidang destinasi wisata alam.

“Yang juga harus dipahami, dalam pengembangan pariwisata itu ada dua hal yang paling penting. Yaitu, kebersihan dan pelayanan. Jika dua hal ini bisa diwujudkan, maka destinasi akan berkembang cepat,” tuturnya.

Infrastruktur memang perlu tetapi sifatnya hanya pendukung. Raja Ampat di Papua sebagai contoh. Infrastruktur ke sana sangat minim sehingga biaya transportasi sangat tinggi. Listrik dan internet belum memadai, tetapi wisatawan tetap berbondong-bondong ke sana karena ada sesuatu yang unik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.