Namanya Mendadak Hilang jelang MTQ Nasional, Nia Nekad Datangi Gubernur Sumbar

oleh -118 views
Yunia Safitri dari Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumbar tersingkir secara mendadak dari daftar peserta MTQ Nasional ke XXVIll tahun 2020

PADANG, SR–Salah satu kafilah, Yunia Safitri dari Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersingkir secara mendadak dari daftar peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVIll tahun 2020. Ia tidak bisa mengikut Training Camp (TC) tahap II.

Tentunya ia tidak menerima keputusan itu. Terkait keputusan itu, pukul 11.00 WIB, Senin (12/10), Yunia Safitri mendatangi ruang kerja Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno untuk untuk mengadukan hal tersebut. Sebelumnya, Yunia sempat menanyakan perihal ketidak ikutsertanya dalam ajang MTQ Nasional ke XXVIll yang digelar November mendatang di Sumbar. Namun, tidak ada jawaban yang jelas dari pihak panitia.

Ia mengatakan, biasanya MTQ yang juara satu tingkat Provinsi Sumbar, langsung di bawa ke tingkat nasional. Tapi tiba-tiba mendadak berubah, juara satu tidak dikirim, yang dikirim malah juara kedua. “Ada apa ini?. Saya tidak beri kesempatan untuk bertanya. Bahkan saya pun tidak diberi tahu apa sebabnya saya tidak ikut,” ucapnya.

Baca Juga: Tegakan Disiplin Warga Jalankan Protokol Kesehatan, Korem 032/Wbr Bagikan Masker

Yunia Safitri juara pertama MTQ tingkat Provinsi Sumbar tahun 2019, cabang tilawah remaja putri dan juga juara kedua tingkat perguruan tinggi se-Indonesia. Selain itu, juga banyak prestasi lain yang raih perempuan itu. “Selama ini saya telah berjuang, berlatih sepanjang hari untuk membawa nama baik Sumbar selama TC. Mendadak untuk TC tahap ke II ini nama saya tidak masuk,” kata Nia (panggilannya), sambil terbata-bata sedih.

Menurut informasi sebelumnya, yang akan dikirim ke tingkat nasional adalah peserta yang ada namanya dalam daftar TC. Tiba-tiba dalam tahap II, tanggal 2 sampai 9 Oktober 2020, nama Yunia Safitri tidak masuk daftar. “Jadi nama Yunia hilang karena ada keputusan mendadak atas kesepakatan d tengah jalan. Dengan alasan ada kesepakatan antara pelatih dan pihak LPTQ. Itupun penjelasan nya kita dapatkan setelah bertanya tanggal 10 Oktober 2020,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *