Pakar Ingatkan kembali Ancaman Potensi Gempa dan Tsunami di Sumbar

oleh -173 views
Kepala Center of Disaster Monitoring and Earth Observation, Universitas Negeri Padang (DMEO UNP) Pakhrur Razi Ph.D

PADANG,SR–Kepala Center of Disaster Monitoring and Earth Observation, Universitas Negeri Padang (DMEO UNP) Pakhrur Razi Ph.D. menjelaskan, gempa bumi dengan skala besar yang berpotensi tsunami berpeluang terjadi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Hal ini diungkapkannya berdasarkan kajian dari penelitian para pakar gempa Belle Philibosian dari California Institute of Technology. “Peluang kekuatan gempa dengan M 8,9 didapat karena mereka mempelajari pergeseran coral (karang) di dasar laut. Kemudian melakukan perhitungan sehingga dapatlah angka M8.9,” ucapnya.

Pakhrur Razi Ph.D. menjelaskan juga, peluang gempa besar itu berpusat di sekitar Kepulauan Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. “Sejak 2006 kita telah melakukan observasi dengan memanfaatkan satelit. Kita menemukan adanya pergeseran dan terjadi deformasi di daerah Kepulauan Mentawai,” jelasnya.

Lebih lanjut, peraih gelar doctor dengan indek prestasi (IP) 4.0 dari Chiba University ini menyatakan, gempa dengan kekuatan M9,8 tersebut tinggal menunggu waktunya saja, karena sudah masuk ke dalam siklus 200 tahun kegempaan di Kepulauan Mentawai.

“Dari catatan sejarah, gempa bumi terbesar dengan kekuatan magnetudo M 8.6-8.8 di Kepulauan Mentawai terjadi pada tahun 1797. Sedangkan gempa dengan kekuatan M8.8-8.9 terjadi di tahun 1833. Pada saat ini kita telah memasuki siklusnya,” ucapnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Nilai Kota Padang Tidak Siap Hadapi Gempa dan Tsunami

Pakhrur Razi Ph.D. menyarankan, karena Sumbar berada di daerah rawan gempa, pemerintah dan masyarakat harus selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa dan tsunami jika suatu saat terjadi.

“Untuk kondisi di rumah, pastikan tidak ada benda-benda yang menghalangi rubuh ketika gempa terjadi. Kemudian latihlah anak-anak untuk siap siaga dalam langkah menyelamatkan diri, saat terjadi gempa dan setelah terjadi gempa,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *