Pedagang Makanan Abaikan Protokol Kesehatan, DPRD Padang Minta Satpol PP Gelar Operasi Simpatik

oleh -31 views
Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial

PADANG, SR–Di saat warga Kota Padang banyak yang terpapar Covid-19, justru semakin membuat warka kota ini ingkar menjalankan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).

Walau Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Padang, Hendri Septa mengeluarkan surat edaran tertanggal 12 Oktober 2020 tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan bagi Pelaku Usaha di Kota Padang yang efektif berlaku, 9 November 2020. Namun, himbauan tersebut dianggap angin lalu saja bagi para pelaku usaha makanan.

Baca Juga: Tegakan Perda AKB, Satpol PP Sumbar Sasar Lokasi Baralek di Padang

Data penelitian menjelaskan, 60 persen penyebaran Covid-19 dari interaksi di tempat makan. Apalagi saat ini masih banyak pedagang makanan siap saji yang tidak melayani pelanggannya, tanpa memakai masker, dan juga tidak menyediakan tempat mencuci tangan dengan baik.

Selain itu, pelaku usaha makanan masih banyak yang belum menerapkan bangku hanya 50 persen dari kapasitas ruangan, sesuai dengan surat edaran Wali Kota Padang tersebut.

Melihat kondisi ini, Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial meminta Satpol PP Kota Padang melakukan operasi simpatik untuk menggugah kesadaran warga dan pelaku usaha, terkait pentingnya memakai masker di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Satpol PP harus melakukan operasi simpatik kepada warga dan pedagang yang masih membandel dalam menerapkan protokol 3M. Jika, tidak mempunyai masker, lebih baik kita bagikan masker selagi anggaran masih ada,” ucap Budi, Minggu (18/10).

Lebih lanjut, Budi berharap, Pemko Padang memberikan punisment kepada pelaku usah yang membandel menerapkan protokol kesehatan. “Pemko Padang harus komitmen dan memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang masih membandel menerapkan protokol 3M sesuai undang-undang yang berlaku,” tutupnya.(ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *