Pemprov Sumbar jadi Pilot Project SP4N-LAPOR!

oleh -
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat memberikan arahan pada acara Pembekalan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pemprov Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Kamis (12/3).

PADANG, SR–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) ditunjuk sebagai salah satu daerah yang dijadikan pilot project dalam peningkatan kapasitas penggunaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Asprirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).

Penunjukan tersebut ditentukan oleh Kementerian Pendayaangunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang bekerjasama dengan UNDP dan KOICA.

SP4N-LAPOR sendiri merupakan sebuah bentuk layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat melalui beberapa kanal pengaduan yaitu website www.lapor.go.id, SMS 1708, twitter @lapor1708 dan aplikasi Android.

“Selain Pemprov Sumbar juga ada Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemprov Bali, Pemkab Tangerang, Pemkab Sleman dan Pemkab Badung,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat memberikan arahan pada acara Pembekalan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pemprov Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Kamis (12/3).

Ditekankan Gubernur, pengelolaan pengaduan pelayanan merupakan hal penting, sebagai sarana perbaikan kualitas pelayanan publik khususnya di internal Pemprov Sumbar. Karena pengelolaan pengaduan pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan akan menjadi dasar pengambilan kebijakan serta mengawal transparansi di tengah masyarakat. “Itu merupakan suatu pendekatan yang sangat efektif, masyarakat langsung bisa melapor kepada pemerintah secara online dan cepat,” kata Gubernur.

Dengan sudah adanya sitem tersebut, Irwan Prayitno meminta agar para birokrasi yang ada dijajaran Pemprov Sumbar, terutama pejabat penghubung untuk menindaklanjutinya dengan serius dan bertanggungjawab tentang laporan pengaduan, jangan sampai nanti ada pengaduan tapi tidak ada tindak lanjutnya.

“Saya minta kepada seluruh OPD agar menyosialisasikan dan mempublikasikan pemanfaatan kanal dan aplikasi LAPOR sebagai wadah pengelola pengaduan pelayanan publik kepada masyarakat luas, melalui spanduk dan baliho yang dipajang di kantor masing-masing. Bisa juga melalui website dan media sosial lainnya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.