Pengelola Kedai Kopi Gumarang Dilatih Business Model Canvas

oleh -
Fasilitator Tim Pengabdian Masyarakat dari Unand, Zukri Zulkifli melaksanakan pelatihan BMC kepada Fiky Monova sebagai Pengelola sekaligus Penyeduh Kopi di Kedai Kopi Gumarang

PADANG, SuaraRantau.Com–Untuk meningkatkan kapasitas usaha Fiky Monova sebagai Pengelola sekaligus Penyeduh Kopi di Kedai Kopi Gumarang, Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Andalas (Unand), Eli Ratni, Virtuous Setyaka, Muhammad Idris, dan Edita Elda memfasilitasi pelatihan Business Model Canvas (BMC).

Pelatihan BMC itu diselenggarakan Jumat, (26/11) di Kantor Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM) dan di depan Kedai Kopi Gumarang. Fasilitator pelatihan BMC, Zukri Zulkifli, seorang pengusaha yang juga Direktur Pasar Rabu Tani (PRT) dan Konsultan di Solusi Bisnis Online (SoBiO), Padang.

Baca Juga: Pengurus Mesjid Juga Berkewajiban Menyukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Anggota Tim Pengabdi, Dosen HI FISIP Unand, Virtuous Setyaka mengatakan, BMC suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah.
BMC juga dapat dipahami sebagai bahasa bersama untuk menggambarkan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis yang menjelaskan sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai.

“Dalam sebuah usaha, ada strategi manajemen untuk menterjemahkan konsep, konsumen, infrastruktur, keuangan, dan sebagainya; untuk memahami tipe-tipe konsumen mereka, pengeluaran biaya, cara kerja perusahaan, dan sebagainya,” ungkap Ketua KMDM ini.

BMC adalah alat untuk menggambarkan dan menilai model bisnis, yang mencakup sembilan komponen: segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, kemitraan utama, dan struktur biaya.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Tim Dosen Pengabdi yang akan mendampingi Fiky Monova selama tiga tahun dalam tiga tahapan kerja ke depan ini berharap, agar usaha yang diselenggarakan oleh Kedai Kopi Gumarang berjalan dengan baik.

Tahap pertama, dalam satu tahun pertama, menumbuhkan semangat berusaha sebaik mungkin dalam membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman usaha yang baik. Tidak hanya dengan praktik langsung berwirausaha, namun juga pembelajaran teoritik tentang usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.