Dampak Pelarangan Pesta Perkawinan Mulai 9 November, Wedding Organizer Terancam Gulung Tikar

oleh -307 views
Salah satu pesta perkawinan atau yang dikenal dengan baralek di Kota Padang. Pesta perkawinan ini dilarang terhitung 9 November 2020.

PADANG, SR–Terkait larangan pesta perkawinan terhitung 9 November 2020, beberapa pelaku usaha mulai gamang. Pasalnya, pendapatan dipastikan akan terjun payung dari hari biasa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pemilik Wedding Organizer Restu Rilla Pesta, Osmariyanti. Ia menyebutkan, usahanya mengalami banyak kerugian akibat larangan tersebut. “Untuk job ke depan, awalnya bulan November hingga Februari sudah banyak yang booking (pesan). Saya baru tahu juga informasinya dan saya rasa itu sangat merugikan pelaku usaha seperti kami,” jelasnya saat dihubungi.

Ia juga menuturkan, banyak karyawan yang bergantung hidup pada usaha yang dikelolanya itu. “Saya punya banyak anggota (karyawan) yang bergantung hidup dari usaha ini. Mulai dari mengurus pelaminan, catering, orgen tunggal dan lainnya. Kalau seperti ini sama saja pemerintah membunuh rakyat secara pelan-pelan. Apalagi yang namanya usaha ada kewajiban pokok yang harus dibayar,” sebutnya.

Ia hanya berharap, pemerintah lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala sektor. “Apakah pemerintah ada solusi lain untuk membantu membayar kewajiban pokok ini. Kalau usaha wedding organizer ini tidak berjalan, bagaimana kita bisa memperoleh pemasukan,” ucapnya.

Osmariyanti membeberkan, jika dalam satu bulan saja tidak ada job, maka kerugian yang dialami berkisar paling tinggi Rp100 juta. Karena dalam satu minggu omzet yang diperoleh berkisar Rp7 juta hingga Rp25 juta.

Sementara, untuk seniman sekali main bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp200ribu, dan orgen tunggal dalam sehari, bisa mendapatkan Rp2 juta. Jika full booking, maka dalam sebulan empat kali manggung orgen tunggal bisa peroleh hingga Rp8 juta

“Belum lagi photographer yang bisa memperoleh pendapatan mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp4 juta. Jika semua tidak jalan maka penghasilan yang hilang cukup banyak,” ulasnya.

Baca Juga: Di Padang, Pesta Perkawinan Dilarang Mulai 9 November, Budi Syahrial: Jangan Tebang Pilih

Setali tiga uang dengan Osmariyanti, Pemilik Wedding Organizer Satampang Baniah Group juga mengutarakan kekecewaannya akan peraturan ini. “Sedih. Padahal kita baru bangkit, sudah terbenam kembali. Usaha wedding organizer baru mulai menggeliat kembali beberapa pekan terakhir setelah sebelumnya pesta perkawinan juga dilarang, sekarang dilarang lagi,” ucap seniman yang telah melanglang buana ke luar negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *