PPKM Darurat di Padang Diperpanjang Hingga 31 Juli 2021, Ganti Nama Jadi PPKM Dipeketat

oleh -
Posko penyekatan PPKM Darurat diperbatasan Kota Padang dengan Kabupaten Padang Pariaman memeriksa kelengkapan KTP dan sertifikat vaksin pengendara yang akan masuk Kota Padang, Rabu (14/7).

PADANG, SR–Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Padang yang sebelumnya berlaku hingga, Selasa, 20 Juli 2021, diperpanjang hingga 31 Juli 2021.

Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius saat dihubungi awak media, Selasa, (20/7).

“PPKM di Kota Padang diperpanjang hingga 31 Juli 2021. Tetapi PPKM Darurat yang diterapkan di Kota Padang telah turun menjadi PPKM Dipeketat,” ucapnya.

Baca Juga: Idul Adha 2021, Sejumlah Sapi Kurban Mengamuk hingga Berlarian ke Jalan Raya

Barlius menjelaskan juga, aturan dari PPKM Dipeketat hampir sama prinsip kerjanya dengan PPKM Darurat yang telah dilaksanakan oleh Pemko Padang. “Jadi, PPKM Dipeketat ini prinsip kerjanya hampir sama dengan PPKM Darurat. Penyekatan juga dilakukan di perbatasan,” jelasnya.

Mengacu Instruiksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021, pelaksanaan PPKM Darurat harus dibarengi dengan pelaksanaan PPKM Mikro. Terutama pada non Jawa-Bali.

Tidak banyak perbedaan antara PPKM Darurat dan PPKM Dipeketat. PPKM dipeketat mengatur pembatasan kegiatan berdasar pada zonasi resiko Covid-19. Alhasil, terdapat 11 sektor yang diatur secara khusus.

Seperti perkantoran, kegiatan pendidikan, sektor ensensial, restoran, pusat perbelanjaan, kegiatan kontruksi, ibadah, kegiatan area publik, kegiatan seni budaya dan sosial, rapat dan seminar, dan transportasi umum.

PPKM Dipeketat, dengan cara memetakan zona merah dan zona hijau di daerah tersebut. Sebagai contohnya, perkantoran yang berada di zona merah atau resiko tinggi Covid-19 wajib menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi 75 persen karyawan.

Hanya 25 persen karyawan yang boleh bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Sementara, kantor yang berada di luar zona merah, WFH dan WFO diterapkan 50 persen banding 50 persen karyawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.