RSUP M Djamil Padang Luncurkan Bigstar, Aplikasi Pertama Menyajikan Bahan Penelitian

oleh -
Direktur utama RSUP M Djamil Padang DR. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.B, Sp.BA (K), MARS

PADANG, SR–RSUP M Djamil Padang meluncurkan aplikasi Big Data In Support of Analystical Research (Bigstar). Aplikasi pertama di Indonesia ini berisikan data-data yang dibutuhkan dalam hal penelitian yang inovatif, berbasis bukti dan terpublikasi internasional.

Peluncuran tersebut selain dihadiri jajaran Direksi RSUP M Djamil Padang. Hadir juga Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri, Ph.D. dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hj. Emma Yohanna, serta tamu undangan lain.

Direktur utama RSUP M Djamil Padang DR . dr . Yusirwan Yusuf , Sp.B , Sp.BA (K) , MARS menjelaskan, RSUP M Djamil Padang harus bisa menjadi rumah sakit berbasis riset, dan berafiliasi dengan institusi pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Ditinjau Ketua DPR RI, Alumni Akabri 1996 Gelar Vaksinasi di HTT Padang

Diungkapkannya, baru RSUP M Djamil Padang yang memiliki bank data yang dapat dipergunakan oleh para peneliti di Indonesia. RSUP M Djamil Padang diharapkan dapat seperti Johns Hopkins Hospital dan Mayor Clinic di Amerika Serikat yang dapat memberikan data untuk bahan penelitian.

“Jadi, aplikasi Bigstar yang diluncurkan RSUP M Djamil Padang merupakan satu-satunya aplikasi di Indonesia yang menyajikan bahan kajian penelitian yang dapat diakses siapa saja di seluruh dunia,” ucapnya.

DR . dr . Yusirwan Yusuf , Sp.B , Sp.BA (K) , MARS menjelaskan juga, aplikasi Bigstar dibuat didasarkan sulitnya mengumpulkan data sekunder, dan membutuhkan waktu yang lama dalam hal mengumpulkan data rekam medis yang mayoritas berbentuk resume medis.

“Saat pandemi ini, banyak peneliti yang menghindari melakukan penelitian dengan mengumpulkan data primer. Sehingga peneliti banyak memanfaatkan penggunaan data sekunder dalam penelitiannya. Peluncuran Bigstar sesuai dengan visi RSUP M Djamil Padang menjadi rumah sakit terkemuka dalam hal pelayanan, pendidikan, dan penelitian di Asia Tenggara,”tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.