Satpol PP Sidak Kantor Gubernur Sumbar, Temukan Banyak ASN Pakai Masker di Dagu

oleh -27 views
Kepala Satpol PP Provinsi Sumbar, Dedy Diantolani turun ke Kantor Gubernur Sumbar melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan perkantoran, dalam penerapan protokol kesehatan, Jumat (16/10).

PADANG, SR–Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Dedy Diantolani turun ke Kantor Gubernur Sumbar, melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan perkantoran, dalam penerapan protokol kesehatan, Jumat (16/10).

Inspeksi mendadak (sidak) ini dilakukan terkait penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pengendalian dan Pencegahan enyebaran Covid-19 Sumbar.

Dedy Diantolani ingin memastikan Perda AKB ini sudah diterapkan di lPemprov Sumbar dan seluruh ASN sudah mengikuti protokol kesehatan. “Untuk itu perlu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan, seperti memakai masker dengan benar, handsanitizer, penyediaan alat cuci tangan di pintu masuk perkantoran,” tegasnya.

“Hari ini kita melakukan pengawasan terhadap ASN yang ada di Kantor Gubernur. Kerja sama ini penting agar klaster perkantoran terhadap pandemi Covid-19 segera berakhir,” kata Dedy Diantolani.

Pengawasan kantor-kantor di lingkungan Pemprov Sumbar dilakukan, menyusul banyaknya klaster penularan Covid-19 akhir-akhir ini. Terlihat Anggota Satpol PP Sumbar memasuki setiap ruang kerja dan memberi teguran bagi ASN yang tidak menggunakan masker secara benar.

Baca Juga: Wacana Sistem Kerja Genap-Ganjil bagi ASN Pemko Padang Disorot DPRD

Kebanyakan mereka menggunakan masker hanya menutupi dagu atau leher saja. “Kita terus tiap hari lakukan pengawasan ke kantor instansi pemerintah, guna mengimbau pegawai ASN, agar selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu Hefdi, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar menambahkan, pengawasan ini bertujuan memutus rantai penularan Covid-19. Karena itu, perlu kerjasama dari semua pihak, untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami imbau ASN terus menggunakan masker, menerapkan physical distancing dan menyediakan sarana cuci tangan dan adanya pengecekan suhu tubuh, serta pembatasan jumlah orang dalam satu ruangan,” kata Hefdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *