Sebanyak 28 Siswi dan 4 Guru SMA Dar el-Iman Islamic Boarding School di Padang Positif Covid-19.

oleh -
SMA Dar el-Iman Islamic Boarding School di Komplek Islamic Centre Dar el-Iman, di Jalan Gunung Juaro Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang

PADANG, SR–Sebanyak 28 siswi dan empat guru SMA Dar el-Iman Islamic Boarding School di Komplek Islamic Centre Dar el-Iman, di Jalan Gunung Juaro Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, terpapar Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang dr.Ferimulyani Hamid, M.Biomed, Senin, (5/4), kepada wartawan.

“Sebanyak 28 siswi dan empat guru SMA Dar el-Iman Islamic Boarding School. Hal ini kita dapatkan berdasarkan hasil tracking. Kita telah melakukan test swab kepada siswi-siswi yang berada di sekolah tersebut,” ucapnya.

Baca Juga: Gandeng Dynapack Asia, Coca-Cola Bangun Fasilitas Daur Ulang Botol Plastik di Indonesia

Lebih lanjut dr.Ferimulyani Hamid menambahkan, untuk siswi-siswi yang terpapar Covid-19, dilakukan isolasi mandiri di sekolah. Sedangkan yang kondisinya parah dirawat di rumah sakit.

“Kita memulangkan siswi-siswi yang hasil test PCR-nya negatif. Sedangkan yang positif ada yang dirawat dan jika OTG dilakukan isolasi mandiri di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Padang, Sutan Hendra menjelaskan, meski ada siswi di sekolah itu yang positif Covid-19, namun pihaknya belum melakukan penyemprotan terhadap Komplek Islamic Centre Dar el-Iman.

Hal ini disebabkan sekolah belum meminta kepada BPBD Kota Padang. “Untuk penyemprotan kita belum melakukan, karena belum ada permintaan dari pihak yayasan,” ucapnya.

Salah seorang wali murid Sekolah Dar el-Iman yang tidak ingin di sebutkan namanya mengaku, tidak mengetahui siswi-siswi dari Sekolah Dar el-Iman terpapar Covid-19.

Sebelumnya ia mengetahui bahwa sekolah diliburkan dan siswi belajar secara daring. Hal ini disebabkan akan dilakukan test swab ke-2 dan vaksinasi ke-2 pada 5 April 2021 dan 7 April 2021.

“Seharusnya pihak sekolah jujur akan setiap kejadian, dan menginformasikan ke wali murid melalui medsos yang ada. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Saya mengetahui ada siswi yang terpapar Covid-19 dari wali murid lain,” ucapnya kecewa.(ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *