Senin, 15 Juni, Bansos Pemprov Sumbar Cair, Juli-September Tunggu Petunjuk

oleh -
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, melalui rapat bidang ekonomi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Sabtu (13/6) lalu.

PADANG, SR–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyampaikan perlunya disusun program dan kegiatan untuk pemulihan ekonomi Sumatera Barat di kehidupan New Normal ini.

Tahapan atau langkah yang sudah dilakukan oleh Pempov Sumbar menghadapi Covid-19 adalah sebagai berikut, pertama, dari segi kesehatan.

“Inilah yang kita lakukan dari awal dulu, mulai munculnya wabah ini, kita sibuk terkait Covid-19. Alhamdulillah hasil dari kesibukan kita ini membuat sebaran Covid-19 di Sumbar melandai bahkan terhenti. Empat hari terakhir untuk kabupaten/kota tidak ada, kecuali Kota Padang. Di Padang pun clusternya masih yang lama, yaitu Pasar Raya,” ungkap Irwan Prayitno, melalui rapat bidang ekonomi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Sabtu (13/6) lalu.

Kedua, untuk memutus mata rantai Covid-19, dilakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), akibatnya orang tidak bekerja. Untuk tahapan kedua ini, khususnya untuk bantuan sosial (bansos) dari Pemprov Sumbar sudah jalan.

“Untuk bantuan bulan Juni, Senin (15/6) sudah bisa dicairkan. Berikutnya kita masih menunggu terkait bantuan lanjutan untuk bulan Juli sampai September, kita tunggu petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk tekhnis (juknis) nya,” jelas Irwan Prayitno.

Baca Juga: Bertambah 7 Positif di Sumbar, Mertua Meninggal Terpapar Covid-19 dari Menantu

Irwan Prayitno juga menyampaikan, untuk kasus di Sumbar, bantuan sosial ini cukup. Angka-angkanya sampai dengan 83 persen KK yang tercover. Tinggal lagi 17 persen (PNS, TNI, Polri dan masyarakat mampu). “Orang miskin baru sudah terbantu dengan bantuan kita,” ungkap Irwan Prayitno.

Ketiga, perlunya stimulus ekonomi. Ada dua isu yang sampai sekarang belum tuntas menurut Irwan Prayitno. Yaitu, isu bansos Juli hingga September belum jelas. Stimulus ekonomi belum jelas juga. “Yang ada itu adalah, OJK memerintahkan kepada Bank untuk relaksasi kepada UMKM, memberikan tambahan modal, tidak ada follow up sama sekali,” kata Irwan Prayitno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.