Seorang Pria Ditemukan Kritis di Durian Tuga Pasaman Barat, Tombak Buru Babi Tertancap di Paha dan Lengan

oleh -
Polisi dan Babinsa Koramil 02 Simpang Empat melakukan olah TKP penemuan korban penganiayaan di Durian Tuga, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasbar. Foto: IST

PASBAR, SuaraRantau.Com–Seorang pria ditemukan terkapar berlumuran darah di kebun sawit dengan kondisi paha dan lengannya tertancap tombak yang biasa dipakai untuk berburu babi, Rabu (15/3) di Durian Tuga, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

Saat ditemukan, kondisi korban bernama M Junil (40) kritis dan sudah tidak sadarkan diri. Warga yang sudah berkerumun di lokasi, langsung membawa korban menggunakan becak motor ke Rumah Sakit (RS) Yarsi Ibnu Sina Simpang Empat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kondisi korban sangat mengerikan, saat dievakuasi, dua tombak untuk buru babi itu masih tertancap di tubuh korban. Salah seorang warga, yang engan disebutkan namanya mengatakan, M Junil ditusuk dengan tombak untuk buru babi oleh kakak iparnya sendiri berinisial IC.

Informasinya, pertikaian keluarga tersebut sudah lama dipicu keinginan saling menguasai tanah warisan berupa kebun sawit.

“Saat kejadian, ada kakak perempuan korban bersama suami (kakak ipar-red) dan anaknya. Kejadian penusukan terjadi di sebuah kebun sawit, warga menemukan korban tergeletak bersimpah darah dengan dua buah tombak di tubuhnya,” ungkapya.

Baca Juga: Ternyata Ini Modus Aksi Merusak Mobil Dinas, Eks Kepala Satpol PP Damkar Padang Panjang dan 2 Anggotanya Resmi Ditahan

Babinsa Koramil 02 Simpang Empat, Pelda Deni Yuliadai mengatakan, setelah mendapat informasi adanya kejadian itu, ia langsung mendatangi lokasi untuk membantu melakukan evakuasi terhadap korban. Informasi awal, aksi penusukan menggunakan tombak itu dipicu pertikaian antara korban dengan kakak dan kakak iparnya.

Awalnya, korban mendatangi kakak iparnya yang sedang memanen sawit di kebun milik orang tuanya atau warisan. “Saat itu, korban melarang kakak iparnya itu memanen sawit lantaran kebun itu milik orang tua korban dan diperuntukkan bagi korban,” ungkap Pelda Deni.

Ditambahkan Pelda Deni, karena pelarangan itu, terjadilah cekcok mulut antara korban dengan kakak perempuannya M (45). Di tengah pertengkaran itu, korban tiba-tiba menampar kakak perempuannya, sehingga membuat kakak pelaku (kakak ipar) menjadi emosi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.