Setelah PPDB Berakhir, Bisakah Siswa SMA Swasta Pindah ke Negeri? Ini Jawaban Dinas Pendidikan Sumbar

oleh -
SMA Negeri 2 Padang. Foto: Juliandra

PADANG, SuaraRantau.Com–Berada di blank spot saat mendaftarkan anak pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di SMA Negeri, tidak membuat beberapa orang tua siswa mengkhawatirkan anaknya tidak diterima di SMA Negeri melalui jalur zonasi.

Sebut saja namanya Doni, salah seorang orang tua siswa yang rencana mendaftarkan anaknya di jalur PPDB tidak khawatir walau berdomisili di blank zonk area.

Untuk bisa diterima di SMA Negeri membutuhkan sedikit kesabaran waktu. Orang tua mensiasati dengan bersekolah di sekolah swasta selama seminggu, dua minggu, hingga sebulan. Dalam proses tersebut, orang tua mengintip peluang di SMA Negeri, kemudian memindahkan anaknya ke sekolah negeri.

“Untuk bisa masuk di SMA Negeri, saya memasukan anak saya, di sekolah swasta. Kemudian, setelah satu minggu, saya memindahkan anak saya di SMA Negeri,” ucapnya, Kamis, (27/6).

Hal yang sama juga diungkapkan orang tua siswa yang lain. Sebut saja namanya Ani. Anaknya kecewa bersekolah di SMA Swasta. Hal ini dikarenakan kawan selokalnya di SMA Swasta, pindah ke SMA Negeri, seminggu pascaproses pembelajaran di SMA dimulai.

“Anak saya menuntut, agar saya juga bisa melakukan hal yang sama seperti orang tua dari teman selokalnya yang pindah dari SMA Swasta ke SMA Negeri. Tetapi saya tidak mempunyai akses untuk mengurusnya. Jadi, biarlah anak saya bersekolah di SMA Swasta,” ucapnya.

Baca Juga: Kelola Ribuan Perpustakaan, Sumbar Butuh SDM Berkualitas

Sebelumnya, sebut juga namanya Joni begitu deg-degan saat memasukan anaknya di salah satu SMA favorit tahun lalu. “Alhamdullilah, anak saya bisa masuk SMA Negeri, walau sebulan menunggu setelah aktifitas pembelajaran di sekolah dimulai. Sebulan anak saya berkurung diri di rumah, apalagi melihat teman – temannya telah bersekolah di SMA Negeri,” ungkapnya.

Untuk masuk di SMA Negeri favorit, Joni mengakui, meminta surat rekomendasi dari pejabat di daerahnya. “Ya, harus bagaimana lagi. Terpaksa saya minta rekomendasi pimpinan, untuk bisa memasukan anak saya di SMA Negeri,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.