Silat, Rendang, Rumah Gadang hingga Pantun Diusulkan jadi Warisan Dunia

oleh -
 Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, didampingi Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal dan jajaran Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, saat jumpa pers, Senin (8/7) di Istana Gubernur.

PADANG, SR–Setelah sukses mengantarkan warisan Tambang Batubara Ombilin (TBO) Sawahlunto sebagai warisan dunia oleh UNESCO, Pemprov Sumbar mengusulkan beberapa situs warisan budaya Minangkabau untuk menjadi warisan dunia.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, situs warisan budaya tersebut yakni, silat, rendang, rumah gadang dan bahkan pantun. Semangat untuk mengusulkan warisan budaya tersebut ke UNSECO muncul, saat Irwan Prayitno bertemu Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Prof. DR. Surya Rosa Putra.

“Kebetulan  Prof Surya ini orang Minang meminta saya untuk usulkan rendang menjadi  warisan dunia ke UNESCO. Bahkan seluruhnya minta diusulkan. Tidak hanya rendang, kita usulkan juga silat, rumah gadang dan pantun,” ujar Irwan Prayitno didampingi Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal dan jajaran Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, saat jumpa pers, Senin (8/7) di Istana Gubernur.
 
Untuk mengusulkan situs tersebut, ungkap Irwan prayitno, harus mengisi formulir dan melengkapi seluruh persyaratan. Namun, diakuinya, perjuangan untuk mengusulkan tersebut cukup panjang, karenaakan bersaing dengan daerah lain, yang juga banyak mengusulkan situs warisan budayanya. “Mengusulkan itu tidak mudah. Memelihara dan menjaga warisan dunia ini juga tidak kalah berat dibandingkan mengusulkannya,” terang Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menilai, Sumbar memiliki warisan budaya yang cukup hebat. Khusus pantun misalnya, ternyata sejarah pantun Minangkabau sangat luar biasa. Irwan Prayitno mengungkapkan, saat dirinya berkunjung ke perpustakaan Universitas Leiden, ternyata buku sejarah tentang pantun Minangkabau lengkap di sana.

Bahkan, Irwan Prayitno bercerita pengalamannya saat bertemu dengan Tokoh Malaysia Anwar Ibrahim beberapa waktu lalu. Saat itu, Irwan prayitno memberikan hadiah buku pantun karyanya. Namun, yang mengagetkan, Anwar Ibrahim yang seorang sastrawan memberikan hadiah buku pantun Minangkabau, yang disusun oleh orang Malaysia, dengan bahan diperoleh dari perpustakaan Leiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.