Sulitnya Mengaktifkan Kembali Rel Kereta Api di Sumbar, Banyak Jalur Perlintasan Berubah Fungsi jadi Rumah dan Toko

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat membuka Sosialisasi Penyuluhan Regulasi Perkeretapian secara daring dari Istana Gubernur, Rabu (24/5).

PADANG, SuaraRantau.Com–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyebut perlu pengembangan moda transportasi publik di Provinsi Sumbar. Pasalnya, kelancaran arus distribusi orang dan barang sebuah kebutuhan. Terutama bagi daerah tujuan wisata, karena erat kaitannya dengan kenyamanan pengunjung.

“Pengembangan dan konektifitas moda transportasi Sumbar perlu kita pikirkan bersama, selain untuk penunjang pariwisata juga merupakan solusi untuk kemacetan di Sumbar,” ucap Mahyeldi saat membuka Sosialisasi Penyuluhan Regulasi Perkeretapian secara daring dari Istana Gubernur, Rabu (24/5).

Ia menuturkan, pengembangan tersebut tidak hanya terbatas pada moda transportasi darat seperti bus dan angkutan kota. Tetapi juga kereta api, karena selain memiliki daya angkut lebih banyak, kereta api juga dinilai telah memiliki infrastruktur dan jaringan luas di Sumbar. Sehingga reaktivasi atau mengaktifkan kembali jalurnya menjadi lebih mungkin untuk dilakukan.

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2023, Waktu dan Jadwal Perjalanan Kereta Api di Sumbar Berubah

“Reaktivasi jalur kereta api, bisa menjadi solusi untuk menekan angka kemacetan dan mempersingkat waktu tempuh untuk jalur padat seperti rute Padang-Bukittinggi,” terang Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, selain rute Padang – Bukittinggi ada beberapa jalur di Sumbar yang telah memiliki infrastruktur mumpuni seperti Lintas Naras – Sungai Limau, Lintas Kayu Tanam – Padang Panjang dan Padang Panjang – Batu Taba – Muaro Kalaban Sawahlunto, Lintas Muaro Kalaba-Muaro-arah Logas.

Ia mengakui, memang tidak semua dari jalur tersebut saat ini layak untuk dilalui. Karena sebahagiannya ada yang telah dirubah fungsinya oleh masyarakat menjadi rumah dan toko.

“Reaktivasi kereta api di Sumbar, memang menarik untuk dibahas tapi sulit untuk dieksekusi karena sebahagian dari jalur perlintasannya ada yang telah berubah fungsi menjadi rumah dan toko. Mengatasi hal tersebut tentu tidak mudah, perlu komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.