Sumbar Masuk 3 Daerah Paling Patuh dan Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

oleh -
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers, Senin (7/6) di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

JAKARTA, SR–Perkembangan konfirmasi kasus harian dan aktif Covid-19 secara nasional masih terkendali. Penyekatan oleh aparat selama libur Lebaran dan pasca-Lebaran, diyakini telah berjalan optimal.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers, Senin (7/6) di Kantor Presiden, Jakarta, selepas mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Hadir dalam jumpa pers tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BNPB Ganip Warsito.

Baca Juga: Pekuat Pelaksanaan PPKM Berskala Mikro di Daerah, Tim Gabungan TNI dan Polri Dilibatkan

“Secara umum, perkembangan konfirmasi harian dan kasus aktif masih terkendali dan berterima kasih kepada jajaran TNI-Polri, bahwa penyekatan selama Lebaran dan pascaLebaran telah berjalan dengan optimal,” ujar Airlangga.

Airlangga memaparkan, sejumlah parameter penanganan Covid-19 di Indonesia juga masih lebih baik dari rata-rata dunia. Tingkat kasus aktif per 6 Juni sebesar 5,3 persen masih lebih baik dari kasus aktif global yang mencapai 7,5 persen.

“Kesembuhan 91,9 persen, lebih baik dari global yang 90,3 persen. Kematian memang masih tinggi dari global, yaitu 2,8 (persen) dibanding 2,1 (persen),” lanjutnya.

Selain itu, jumlah kasus mingguan per satu juta penduduk di Indonesia yang berada pada angka 147 kasus per satu juta penduduk, juga masih relatif lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara lain. Misalnya, Malaysia yang berada pada 1.607 kasus per satu juta penduduk, India 662 kasus per satu juta penduduk, dan Prancis 731 kasus per satu juta penduduk.

Dari seluruh kasus aktif nasional, 65 persennya merupakan kontribusi dari lima provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau. Pulau Jawa sendiri berkontribusi 52,4 persen pada kasus aktif nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.