Tabrakan KA dengan Bus Trans Padang Ganggu Perjalanan, PT KAI Minta Maaf

oleh -26 views
Kecelakaan naas terjadi Rabu (13/1) sekitar pukul 11.130 WIB. Tabrakan KA Minangkabau Ekspress dengan Bus Trans Padang, di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di kawasan Anak Air, Lubuk Buaya, Kota Padang

PADANG, SR–Kecelakaan di perlintasan kereta api yang melibatkan kereta api (KA) Minangkabau Ekspres dengan Bus Trans Padang, Rabu (13/1) berdampak perjalanan KA Lokal Sibinuang dari arah Padang menuju Naras dan sebaliknya, mengalami keterlambatan.

Bahkan, untuk perjalanan KA Minangkabau Ekspres relasi Padang-BIM PP dibatalkan. “PT KAI Divre II memohon maaf atas gangguan perjalanan yang disebabkan tertabraknya kereta oleh bus di perlintasan kereta api antara Stasiun Tabing dan Stasiun Duku. Karena sulitnya evakuasi bus, maka sampai saat ini jalur kereta belum bisa dilewati,” ungkap Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Ujang Rusen Permana.

Akibat kejadian tersebut, jadwal perjalanan KA Lokal Sibinuang mengalami keterlambatan. Karena ada dua KA Lokal Sibinuang relasi Naras-Padang yang tertahan di Stasiun Lubuk Alung dan Stasiun Duku. Selain itu, tujuh perjalanan KA Minangkabau Ekspres pun dibatalkan.

Rusen kembali menekankan tentang pentingnya kesadaran masyarakat pengguna jalan raya, dalam mematuhi aturan saat akan melintas di perlintasan sebidang.

Baca Juga: Ngeri, Bus Trans Padang Vs KA Minangkabau Ekspress, Sopir dan Kondektur Luka Parah

“Dahulukan perjalanan kereta api. UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api,” ungkap Rusen.

Adapun dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angutan Jalan Pasal 114 menyebutkan, pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu KA sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain.

Kemudian, mendahulukan KA dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Sementara sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur KA dengan Bangunan lain, pada Pasal 6 Ayat 1 menyebutkan, pada perlintasan sebidang, KA mendapat prioritas berlalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *