Tampung Kendaraan Jelang Lewati Sitinjau Laut, Rest Area Bakal Dibangun di Batas Padang-Solok

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama Kepala Dinas Perhubungan sumbar, Heri Nofiardi saat meninjau lokasi rencana pembangunan rest area di batas Padang-Solok, Sabtu (27/11).

PADANG, SuaraRantau.Com–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berencana membangun rest area di perbatasan Padang-Solok. Rest area yang akan dibangun nanti, untuk menampung kendaraan terutama truk sebelum memasuki kawasan tikungan penurunan curam di Sitinjau Laut.

“Kondisinya saat ini banyak truk yang terpaksa berhenti di bahu jalan sebelum penurunan Sitinjau Laut, untuk memeriksa kondisi kendaraan agar tidak terjadi rem blong. Sebagian sopir juga memilih untuk beristirahat agar lebih segar dan fokus saat menuruni Sitinjau Laut,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau lokasi rencana pembangunan rest area, Sabtu (27/11).

Baca Juga: Jumlah Petani Bertambah 3 Juta di Masa Pandemi Covid-19, Sebagian Besar Pekerja yang di PHK

Ia mengatakan Dinas PUPR sudah melakukan survey pada tiga titik untuk lokasi pembangunan rest area. “Untuk rest area di perbatasan Solok-Padang nanti, akan dinilai lokasi mana yang paling tepat untuk dibangun,” ujar Mahyeldi.

Pada tahun 2022 semua persyaratan untuk pembangunan seperti DED akan segera dilaksanakan, agar pembangunan fisik bisa segera dilakukan pada 2023.

“Mudah-mudahan dengan adanya rest area tersebut bisa membantu mengurangi tingkat kecelakaan yang melibatkan truk di penurunan curam Sitinjau Laut,” jelas Mahyeldi.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi mengatakan penurunan Sitinjau Laut merupakan salah satu penurunan yang sangat curam di Sumbar dengan tingkat kecelakaan cukup tinggi.

Mobilitas kendaraan besar seperti truk di jalur tersebut sangat tinggi karena menghubungkan beberapa daerah di Sumbar dengan ibu kota provinsi, Padang.

Kendaraan dari luar provinsi yang menuju Padang seperti dari Pulau Jawa, Lampung, Palembang, hingga Jambi harus melewati jalur itu karena jika memilih jalur lain akan memutar sangat jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.