Tanpa Bantuan Pemda, Ustad Ini Bangun Rumah Tahfidz di Padang Saat Pandemi Covid-19

oleh -
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit bersama Ketua DPRD Sumbar, Supardi meletakan batu pertama pembangunan Gedung Rumah Tahfidz TTPA/TQA Masjid Al-Hidayah di Jalan Karet Nomor 15 Padang Pasir, Kamis, (11/2).

PADANG, SR–Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit bersama Ketua DPRD Sumbar, Supardi meletakan batu pertama pembangunan Gedung Rumah Tahfidz TTPA/TQA Masjid Al-Hidayah di Jalan Karet Nomor 15 Padang Pasir, Kamis, (11/2).

Peletakan batu juga dilakukan oleh Ketua Pelaksana Pembangunan Ustad Jel Fathullah, Lc, Perwakilan dari Wali Kota Padang dan Kepala Kantor Kementerian Agama Padang, Camat Padang Barat, Kapolsek Padang Barat, KUA, Lurah Padang Pasir, Danramil Padang Barat.

Nasrul Abit, mengatakan, peletakan batu pertama ini, tahap awal dimulainya pembangunan rumah tahfidz yang dibangun oleh Ustad Jef Fathullah. Di atas lahan seluas 230 meter, rumah tahfidz ini rencananya dibangun tiga lantai, dengan perkiraan anggaran Rp1 miliar.

Baca Juga: Ketua DPD RI Ungkap Masih Banyak Monopoli, Kartel dan Kebijakan Unfair di Daerah

“Ini potensi luar biasa, karena rumah tahfidz ini tempat pembentukan karakter islami, membentuk jiwa, budi pekerti untuk menata masa depan, yang menggambarkan perilaku menjadi pribadi yang baik,” kata Nasrul Abit.

Ia juga menyebutkan, pendidikan karakter sangat penting bagi anak generasi penerus. Karena merupakan sarana dan wadah, dalam membangun generasi yang qur’ani dan berakhlakul karimah. Dengan berdiri rumah tahfidz TTPA/TQA di pusat Kota Padang ini, para santri-santri bisa belajar agama dengan memanfaatkan dan memaksimalkan potensinya.

Ia juga berharap agar tempat pendidikan berbasis islami ini dapat dikembangkan ke depan dan pemerintah lebih memperhatikan pembangunannya, agar dapat memberikan pembiayaan secara nyata dan jelas.

Selama pembangunannya berdasarkan proposal saja, dan swadaya masyarakat. Tahun depan semoga Pemprov Sumbar dapat menangani masalah agama dan harus menyiapkan anggaran yang akan diberikan kepada sekolah keagamaan.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengapresiasi pembangunan rumah tahfidz oleh seorang tokoh ulama. Apalagi pembangunannya dilaksanakan di saat suasana pandemi Covid-19 belum berakhir dan tingkat pengangguran semakin banyak dan ekonomi semakin turun. “Kami melihat rumah tahfidz ini yang dibangun tidak ada sentuhan sedikit pun dari pemerintah daerah (pemda) baik kita di Pemprov Sumbar maupun Kemenag,” ujar Supardi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.