Targetkan 77,5 % Pemilih ke TPS, Positif Covid-19 juga harus Dilayani Mencoblos

oleh -
Jelang Pilkada Serentak tahun 2020, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengunjungi Kabupaten Agam, Jumat (4/12). Tujuannya untuk memastikan kesiapan pengadaan alat kelengkapan TPS.

AGAM, SR–Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengunjungi Kabupaten Agam, Jumat (4/12). Tujuannya untuk memastikan kesiapan pengadaan alat kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Irwan Prayitno mengatakan, pelaksanaan pilkada serentak 2020 di masa pandemi Covid-19, tentu bukan perkara mudah. Protokol kesehatan Covid-19 harus diterapkan di TPS.

Mulai dengan pakai masker setiap orang, penyediaan cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan. Setiap penyelenggaraan pilkada juga harus memalkai Alat Pelindung Diri (APD).

“Kita ingin Pilkada 2020 ini, pilkada yang sehat. Sehat dalam persaingan dan sehat dari Covid-19, yang perlu diingatkan jangan sampai terjadi cluster baru dalam pilkada ini,” tegas Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno, berharap Pemkab Agam dapat memperhatikannya semua pengadaan alat kelengkapan di TPS. Termasuk pengadaan APD. Sehingga, nanti saat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara tidak ada lagi TPS yang terkendala.

“Dalam pemantauan ini, khusus untuk Agam, Insya Allah, laporan dari Ketua KPU dan Bawaslu sudah berjalan sesuai dengan rencana. Walaupun belum semua alat, seperti kertas dan sebagainya belum sampai. Tapi masih dalam waktu persiapan,” ungkapnya.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan, untuk pemilihan secara nasional yang datang ke TPS, ditargetkan 77,5 persen. Target ini tentu akan ditindak lanjuti segera. Dikhawatirkan dalam kondisi pandemi sudah pasti ada tantangan dan hambatan. Irwan Prayitno juga berpesan, agar perlu diantisipasi di lapangan pada saat pencoblosan. Terutama terhadap masyarakat yang tidak sesuai jadwal kedatangannya.

“Mohon jangan ditolak dan yang cepat datangnya, dia tetap ikutan antri. Kemudian untuk masyarakat yang tidak ada daftar nama di TPS, tetapi dia mempunyai e-KTP asli sebagai penduduk asli di sekitar TPS, jangan ditolak. Walaupun kita belum siap membuat surat keterangan dan sebagainya. Tetap terima, supaya jumlah pemilih di TPS mencapai target,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.