Ada Balita Gizi Buruk di Kelurahan Seberang Padang, Tim PKM Unand Turun Tangan

oleh -71 views
Tim Peneliti dari Jurusan Kimia FMIPA dan Fakultas Farmasi Unand, melaksanakan kegiatan PKM Posyandu Anggrek 2, di Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

PADANG, SR–Saat ini masih ditemukan balita dengan kasus gizi kurang dan gizi buruk di Kota Padang. Kondisi ini disebabkan karena penanganan masalah gizi kurang dan gizi buruk belum maksimal.

Penderita gizi kurang dan gizi buruk terbanyak pada balita usia emas di bawah dua tahun. Berdasarkan survei yg dilakukan ditemukan balita anggota Posyandu Anggrek 2 mengalami gizi kurang dan gizi buruk.

Berdasarkan observasi yang dilakukan secara dari rumah ke rumah (door to door) oleh tim peneliti, penyebab utama dari gizi kurang dan gizi buruk pada balita Posyandu Anggrek 2, yakni, kurangnya pengetahuan ibu balita tentang pentingnya makanan bergizi untuk tumbuh-kembangnya balita, kesehatan dan imunitas.

Di samping itu kondisi ekonomi keluarga dan jumlah anak juga sangat berpengaruh terhadap status gizi balita. Hal ini mendorong Tim Peneliti dari Jurusan Kimia FMIPA dan Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand), melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Posyandu Anggrek 2, di Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Program ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Deputi Bidang Penguatan Risbang Kemenristek/BRIN.

Baca Juga: Di Hadapan KPK, Irwan Prayitno Bicara Money Politic dan Korupsi pada Pilkada 2020

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan gizi balita anggota Posyandu Anggrek 2, dan meningkatan pengetahuan ibu dari balita tentang makanan bergizi dan cara pengolahan makanan agar tidak kehilangan nutrisinya.  Tujuan lainnya, memberikan pengatahuan tentang manfaat spirulina platensis sebagai suplement bernutrisi tinggi.

Tim diketuai oleh Dr. Armaini, MS. dengan anggota, Prof. Dr. Yetria Rilda (Kimia-FMIPA) dan Dr. Netti Suharti (Fakultas Farmasi), serta melibatkan dua mahasiswa. Solusi yang diberikan Ketua Tim PKM, Dr. Armaini, MS, untuk mengatasi masalah gizi kurang dan gizi buruk, dilakukan dalam dua bentuk kegiatan. Pertama, memberikan kapsul spirulina platensis yang merupakan suplement bernutrisi tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *