Temukan Banyak Masalah Penyelenggaraan Haji, Tim Pengawas DPD RI Nilai Pemerintah Lalai

oleh -
Tim Pengawasan Haji DPD RI melaksanakan tugas melakukan pengawasan eksternal penyelenggaraan ibadah haji. Foto: Deddy Hasibuan/Kabag Komite III DPD RI

MEKKAH, SuaraRantau.Com–Ibadah haji telah selesai dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah lalu. DPD RI sebagai perwakilan masyarakat dan daerah memiliki kepentingan langsung terhadap penyelenggaraan ibadah haji agar berlangsung aman, nyaman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Berdasarkan ketentuan Pasal 27 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 menegaskan kedudukan DPD RI sebagai pengawas eksternal. Menindaklanjuti amanat UU tersebut DPD RI membentuk tim pengawas penyelenggraan ibadah haji pada tahun 1445 H/2024 M.

Tim Pengawasan Haji DPD RI terdiri dari sembilan orang yakni Abdul Hakim (Lampung), Mirati Dewaningsih (Maluku), Ajbar (Sulbar), Muhammad Gazali (Riau), Ria Saptarika (Kepri), Herry Efrian (Kep. Babel), Eni Khairani (Bengkulu), Bambang Sutrisno (Jateng), dan Tgk. Ibnu Halil (NTB).

Abdul Hakim, Senator DPD RI asal Provinsi Lampung yang memimpin Tim Pengawasan Haji DPD RI secara umum mengapresiasi kinerja pemerintah yang telah mengupayakan berbagai berbaikan dalam layanan ibadah haji.

Salah satunya aplikasi Kawal Haji yang sangat bermanfaat membantu jemaah haji. Aplikasi Kawal Haji menjadi kanal penghubung antarjemaah haji, petugas, keluarga, dan publik, serta stakeholder lainnya.

Meski demikian, secara tegas Senator Lampung itu mengkritisi kebijakan Haji Ramah Lansia yang jadi tagline penyelenggaraan ibadah haji pada musim haji tahun 1445 H/2024 M ini.

Baca Juga: Perjuangkan Hak Politik Selama 9 Bulan, Irman Gusman: Keputusan PSU DPD RI Berkat Doa Masyarakat Sumbar

Sebagaimana diketahui sejak musim haji tahun 2023 silam penyelenggaraan ibadah haji mengusung tema dan tagline “Haji Ramah Lansia”. Hal ini tidak terlepas dari fakta masih banyak jemaah haji yang berusia 65 tahun ke atas.

Menurut Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah jamaah haji di atas 65 tahun hampir 45 ribu jemaah. Jumlah ini tidak bisa dikatakan sedikit. Jika dirasiokan berdasarkan total kuota jemaah haji reguler, 213.320 jemaah, maka presentasenya hampir 21 persen.

No More Posts Available.

No more pages to load.