Terekam Video, Seekor Harimau Muncul di Area Perkebunan di Pasaman Barat

oleh -
Seekor harimau sumatera terekam di atas mobil muncul di area perkebunan kelapa sawit milik PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), di Sungai Aur, kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/7).

PASAMAN BARAT, SR–Seekor satwa langka dan dilindungi jenis harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) muncul di area perkebunan kelapa sawit milik PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), di Sungai Aur, kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/7).

Video kemunculan satwa itu sempat terekam kamera handphone pekerja di lokasi dan beredar di media sosial (medsos).

Satwa terlihat mengikuti kendaraan yang digunakan pekerja dari arah belakang. Kemudian tidak lama menghilang dalam semak-semak kebun kelapa sawit.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang mendapatkan laporan itu, menurunkan dua tim dari Resort Agam dan Pasaman untuk melakukan penanganan.

Baca Juga: Berpotensi Jadi Sentra Jagung, Wagub Sumbar Dukung Pembukaan Lahan Pertanian Baru di Sijunjung

Tim BKSDA bersama manajemen perusahaan dan dibackup personil Satuan Brimob Polda Sumbar melaksanakan identifikasi lapangan di lokasi kemunculan satwa.

Menurut keterangan Frenzy Marwan, pimpinan PT. PMS, dalam sebulan ini satwa harimau sudah terlihat beberapa kali di dalam area perkebunan. Hal ini cukup mengkhawatirkan para pekerjanya.

Sebanyak tiga unit camera trap (kamera jebak) dipasang untuk memantau pergerakan satwa dan mendapatkan gambaran visual satwa itu. Hasilnya, salah satu camera trap berhasil mendapatkan gambaran visual satwa itu ketika sedang melintas.

BKSDA Sumbar memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit kandang jebak. Mengingat pengusiran dan penggiringan ke dalam hutan tidak mungkin dapat dilakukan.

Kepada pihak manajemen perusahaan, tim BKSDA meminta agar pekerja tidak beraktivitas dulu di sekitar lokasi kemunculan satwa.

Sementara itu Tim BKSDA akan tetap memantau selama kandang jebak terpasang dan melaksanakan patroli pada siang dan malam hari, agar satwa tidak sampai berinteraksi dengan manusia.(rel/ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.