Terkait Larangan Sholat Jumat Berjamaah, Gusrizal: Fatwa MUI itu Dalilnya Jelas

oleh -
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Wakil Gubernur, Nasrul Abit dan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto, memimpin rapat kordinasi penanganan virus corona di Sumbar, Senin (23/3) di Auditorium Gubernuran.

PADANG, SR–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Gusrizal Gazahar menegaskan, agar masyarakat jangan sepotong-sepotong dan menafsirkan sendiri, untuk memahami Fatwa MUI tentang pelarangan sholat jumat berjamaah di mesjid.

Menurutnya, Fatwa MUI tersebut di dalamnya sangat jelas rinciannya dan dalil-dalilnya. “Fatwa MUI larangan sholat jumat ini informasi yang beredar banyak sepotong-sepotong sehingga masyarakat Sumbar heboh dibuatnya. Padahal, kriterianya banyak rinciannya dalam Fatwa MUI tersebut, termasuk dalil-dalilnya,” ujar Gusrizal, saat rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Wakil Gubernur, Nasrul Abit dan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto, Senin (23/3) di Auditorium Gubernuran.

Gusrizal menilai Fatwa MUI ini sudah tepat dan benar dan dilahirkan melalui komunikasi dengan MUI di daerah. Fatwa MUI ini menyampaikan, sholat Jumat berjamaah dihentikan dulu dan diganti dengan sholat zuhur, khusus di daerah yang tidak terkendali wabah virus coronanya.

Pelarangan sholat Jumat dan berjemaah di mesjid ini, tidak hanya saat wabah virus corona merebak saat ini saja terjadi. Menurutnya, dalam sejarah Islam sudah berkali-kali mesjid ditutup karena wabah. “Tidak hanya sekarang saja mesjid ditutup. Bahkan yang namanya lockdown sekarang ini sudah dilakukan dalam sejarah umat Islam dan dalam hadist Nabi juga sudah jelaskan,” tegasnya.

Baca Juga: Satu Hari, Laboratorium Biomedik Unand Bisa Uji 200 Sampel Pasien Corona

Gusrizal juga menjawab polemik yang ada di tengah masyarakat, kenapa hanya mesjid saja yang dilarang. Sementara tempat ibadah lain tidak dilarang. Gusrizal menegaskan, MUI hanya mengurus tentang rumah ibadah umat beragama Islam saja, bukan rumah ibadah umat agama lain.

Terkait kondisi di Sumbar, MUI Sumbar menurutnya, terus memantau perkembangan penanganan virus corona di Sumbar. “Jika tidak terkendali lagi, maka MUI Sumbar akan keluarkan fatwa khusus untuk daerah Sumbar. Jika Gubernur bilang kondisi tidak terkendali, maka saya akan rapat langsung untuk mengeluarkan maklumat khusus untuk Sumbar. Sekarang kita imbau masyarakat Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan,” imbaunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.