Tertinggi di Sumbar, Bertambah 41 Orang Positif Covid-19 di Hari Idul Adha

oleh -
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Provinsi Sumbar, Jasman Rizal berdiskusi dengan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno terkait penanganan virus corona di Sumbar

PADANG, SR–Hari ini, Jumat (31/7) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1441 H, jumlah masyarakat Sumbar yang positif terinfeksi Covid-19 mencapai 41 orang.

Dengan penambahan 41 orang positif Covid-19 tersebut, maka totalnya, telah 948 orang masyarakat Sumbar terinfeksi covid-19. Sementara, pasien yang sembuh bertambah dua orang, dengan total sembuh sudah 760 orang, dan meninggal bertambah satu orang, sehingga total meninggal 34 orang.

Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal mengungkapkan, penambahan 41 positif Covid-19 ini, hasil pemeriksaan 1.541 sample swab di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan Laboratprium Veretiner Baso Kabupaten Agam, yang dipimpin oleh Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Si.

“Dengan terkonfirmasi 41 orang (2,6%) masyarakat Sumbar positif terinfeksi Covid-19. Ini merupakan rekor tertinggi yang pernah terjadi terhadap hasil pemeriksaan sample spesimen PCR di Sumbar,” ungkap Jasman Rizal.

Sebanyak 41 penambahan positif Covid-19 tersebut, terdiri dari, 24 orang dari Kota Padang, satu orang dari Kabupaten Pesisir Selatan, enam orang dari Kota Sawahlunto, dua orang dari Kabupaten Agam, satu orang dari Kabupaten Padangpariaman. Selain itu, juga tigaorang dari Kabupaten Solok dan empat orang dari Kota Solok. (lihat grafis-red).

Baca Juga: Pemilu saat Pandemi Covid-19, KPU Mesti Berikan Rasa Aman dan Nyaman Orang ke TPS

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengakui, angka penambahan positif Covid-19 hari ini, merupakan terbanyak selama sejarah panyebaran Covid-19 di Sumbar, sejak 26 Maret lalu.  Dari 41 positif Covid-19 tersebut, memang sebagian besar dari perantau. Ada yang dari Kalimantan, Jakarta ada juga dari provinsi tetangga.

Namun, menurut Irwan Prayitno, tetap dilakukan tracing yang maksimal. Sehingga, masih bisa untuk tetap mengendalikan. “Yang paling penting adalah dilakukan testing, dan tracing. Penambahan tidak bisa dipungkiri, berapa pun jumlahnya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.