Begini Penjelasan Mahyeldi terkait Potongan Video Viral saat Debat Pilwako Padang 2018

oleh -514 views
Calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat berdialog dengan relawan Jaringan Alumni Unand BA-Satu (JALINAN BA-SATU) di Padang, Jumat (20/11) sore

PADANG, SR–Calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menilai, semakin hari dirinya semakin gencar diserang kampanye hitam (black campaign) jelang pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, 9 Desember 2020.

Materi kampanye hitam yang disebar di berbagai media sosial, berupa potongan rekaman video debat kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang (Pilwako Padang) tahun 2018 lalu.

“Mari pahami kalimat yang saya sampaikan dalam debat itu secara utuh. Jika sepotong-potong, akan menimbulkan pemahaman keliru,” harap Mahyeldi saat berdialog dengan relawan Jaringan Alumni Unand BA-Satu (JALINAN BA-SATU) di Padang, Jumat sore (20/11).

Pada debat itu, Mahyeldi yang didampingi wakilnya, Hendri Septa menjawab pertanyaan rivalnya dalam Pilwako Padang pada pemilihan serentak 2018 dengan kalimat, “Kami sampaikan, karena memang banyak pertanyaan tentang saya, bahwasanya saya akan meninggalkan Kota Padang ini di tengah jalan, perjalanan, yakinlah itu adalah, bahwasanya berita ini tidak benar. Saya sebagai Wali Kota Padang akan menjabat wali kota Padang ke depan sampai 2024. In Syaa Allah. Tak usah ragu dan bimbang.”

“Kalimat In Syaa Allah saya ucapkan, menandakan saya masih orang beriman. Bahwa hidup kita ini ada peran pihak lain di sekitar kita (walaupun itu sedikit) dan terutama campur tangan Allah SWT,” tegas Mahyeldi.

“Nabi Ibrahim AS sesaat sebelum menyentuhkan pisau ke leher Nabi Ismail AS, juga mengucapkan kalimat In Syaa Allah. Jadi, mari melihatnya secara komprehensif. Jangan lihat judul dan potongan kalimat itu saja,” ajak Mahyeldi.

Baca Juga: Tergabung dalam JALINAN BA-SATU, Alumni Unand Bergerak Dukung Mahyeldi jadi Gubernur Sumbar

Kemudian, tegas Mahyeldi, keputusan jadi calon gubernur, bukanlah keputusan yang bisa dilakukannya secara sendiri. Melainkan, keputusan pihak lain yang lebih tinggi terhadap dirinya, sebagai bagian dari sebuah organisasi (partai-red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *