Pengunjung BIM Membeludak, Petugas Kewalahan, Protokol Kesehatan Bobol

oleh -40 views
Pengunjung membeludak Sabtu pagi (9/1) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Terlihat ratusan orang berkerumun tidak menerapkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker).

PADANG, SR–Penerapan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19 masih belum menjadi suatu budaya terbaru dalam masyarakat. Walau telah ada Perda No 06 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan Penanggulangan, Pengendalian serta Pencegahan Covid-19 di Sumbar, tetapi belum mampu memaksa masyarakat untuk patuh dan disiplin. Padahal ancaman bagi yang melanggar perda tersebut cukup berat, yakni denda Rp250 ribu dan hukuman penjara.

Ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga didukung petugas juga tidak serius menjalankan aturan tersebut. Terutama dalam mengambil tindakan tegas membubarkan keramaian.
Hal ini terlihat Sabtu pagi (9/1) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Terlihat ratusan orang berkerumun tidak menerapkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker).

Masyarakat berkerumun di pintu keberangkatan dan kedatangan, ada yang mengantarkan dan ada yang menjemput keluarga. Prokol kesehatan yang digaungkan selama ini akhirnya bobol. Perda No 06 tahun 2020 yang telah disahkan dan menjadi kebanggaan Pemprov Sumbar dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Sumbar, seakan dikencingi oleh masyarakatnya sendiri.

Baca Juga: Jelang Berangkat, Korban Sriwijaya SJ182, Angga Fernanda Afriyon Cium Putranya yang Berumur Seminggu

Salah seorang pengunjung BIM, Rama (43) sangat menyayangkan terjadinya kerumunan pengunjung di bandara. Menurutnya, bandaralah tempat penerapan dan pengawasan protokol kesehatan secara ketat. Lacurnya, bandara tidak ubah seperti pasar yang longgar dalam penerapan protokol kesehatan.

“Bandara merupakan obyek vital negara. Seharusnya, pengelola bandara menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi pada saat ini ratusan orang pulang ke Sumbar setelah menikmati liburan tahun baru,” jelasnya, yang akan bertolak ke Jakarta via udara.

Walau terjadi penurunan penularan Covid-19 di Sumbar, Rama berharap Pemprov Sumbar tetap melakukan pengawasan prokes secara ketat. “Masyarakat itu akan patuh jika diawasi dengan ketat. Walau setiap negara saat ini sedang meyusun formula dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, tetapi mereka tetap melakukan pengawasan yang ketat di tengah masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, khususnya tempat-tempat vital seperti bandara,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *