Tiga Hari di Daerah Terpencil, Wagub: Pemenuhan Hak Dasar jadi Prioritas

oleh -
Nasrul Abit menyampaikan program pembangunan sekaligus sosialisasi Covid-19 di tengah warga Nagari Sungai Lolo, Kabupaten Pasaman

PADANG, SR–Sejak Rabu hingga Jumat (1-3/7) Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Nasrul Abit bersama rombongan sejumlah OPD di Lingkungan Pemprov Sumbar mengunjungi beberapa nagari terpencil di Kabupaten Pasaman.

Ikut dalam rombongan Nasrul Abit tersebut, Bappeda Sumbar, Dinas PUPR Sumbar, Dinas PSDA Sumbar, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Dinas Kelautan Dan Perikanan Sumbar.

Selain itu, juga ikut, Dinas Kehutanan Sumbar, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumbar, Dinas Pendidikan Sumbar, BPBD Sumbar, Biro Humas Setda Sumbar, Biro Kerjasama, Pembangunan dan Rantau Setda Sumbar dan UPTD Pelayanan dan Pengembangan Minyak Atsiri, Disperindag Sumbar.

Kunjungan kerja di hari pertama di perbatasan Rumbai Nagari Muara Tais, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman. Nasrul Abit mengungkapkan, infrastruktur jalan cukup baik di daerah tersebut, dibandingkan dengan jalan di perbatasan masuk ke Provinsi Riau.

Namun, kondisi ekonomi masyarakat di Rumbai tersebut, menurut Nasrul Abit cukup memprihatinkan. Di mana listrik belum masuk di daerah tersebut. Masyarakatnya hidup miskin, karena secara ekonomi, tidak bisa hidup sejahtera.

Dalam seminggu, masyarakat hanya bekerja lima hari di kebun sawit. Artinya dalam satu bulan hanya bekerja selama 20 hari. Untuk satu hari, sawit yang dihasilkan maksimal hanya berpenghasilan Rp5.000 untuk lima kilogram sawit. Artinya, dalam sebulan menghasilkan 100 kilogram, sehingga hanya dapat Rp500 ribu sebulan. “Penghasilannya untuk menghidupi dalam satu keluarga rata-rata anak tiga orang. Ini jelas sangat tidak cukup,” terang Nasrul Abit, saat ekspos hasil kunjungan kerjanya ke daerah terpencil di Kabupaten Pasaman, Senin (6/7) di ruang kerjanya.

Selain sektor ekonomi yang memprihatinkan, juga sektor pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan di sekolah belum memadai. Masyarakat mengharapkan infrastruktur jaringan internet. Rombongan Nasrul Abit juga menemukan belum ada jaringan komunikasi baik telepon/selular ataupun internet. Hal ini membuat masyarakat terputus dengan dunia luar.

Baca Juga: Nasrul Abit Kunjungi Nagari Terisolir Paling Ujung Sumbar, Begini Pengalamannya

Di sektor kesehatan, masyarakat di sana belum memiliki sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak untuk kesehatan, karena masyarakat MCK masih ke sungai. Pemenuhan hak dasar penting. Meski infrastruktur jalan sudah bagus di daerah Rumbai, namun pemenuhan hak dasar peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang layak harus menjadi perhatian dalam pembangunan di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.