Tim Peneliti UNP Temukan Ikan Konsumsi di Padang Tercemar Mikroplastik, Waspadai Ancaman Kesehatan Ini

oleh -
Tim PKM-RE UNP yang berasal dari Mahasiswa Departemen Biologi UNP lakukan penelitian. Foto: Dokumentasi Tim PKM-RE UNP

PADANG, SuaraRantau.Com–Sampah plastik salah satu masalah di Kota Padang. Sampah plastik yang terdegradasi, menghasilkan mikroplastik. Diketahui, mikroplastik salah satu material berukuran mikro yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia.

Berbagai potensi risiko kesehatan yang dapat timbul dari paparan mikroplastik, seperti, gangguan saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, gangguan reproduksi, kanker, gangguan fungsi ginjal, gangguan metabolisme dan gangguan dalam berpikir hingga mudah lupa.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) UNP yang berasal dari Mahasiswa Departemen Biologi UNP melakukan analisis atas cemaran mikroplastik pada ikan konsumsi di Padang.

Riset diketuai oleh Nabila Sulaeman dan beranggotakan Pricilia Dinda Sawitri, Syifa Dwi Rahma, Annisa Putri Anggraini, dan Husnul Khotimah, dengan dosen pembimbing Sandi Fransisco Pratama.

Baca Juga: Road to WIES 2025 Ditabuh, Wujudkan Sumbar Pusat Industri Halal di Dunia

Nabila Sulaeman menjelaskan, riset ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik. Selain itu, menjadi rekomendasi untuk pengelolaan sampah plastik di Kota Padang.

Dari hasil riset yang dilakukan, Nabila Sulaeman menyimpulkan mikroplastik telah mengkontaminasi ikan laut dijual di pasaran di Kota Padang.

“Kontaminasi mikroplastik ditemukan pada beberapa organ ikan seperti otot, insang, dan saluran pencernaan. Mikroplastik yang ditemukan pada organ tersebut berbentuk seperti fiber, fragmen, film dan pellet. Selain itu, mikroplastik juga memiliki warna yang bervariasi seperti merah, biru, hitam, dan orange,” ujarnya.

Nabila Sulaeman menekankan, cemaran mikroplastik harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Apalagi, Kota Padang berada di wilayah pesisir yang masyarakatnya terbiasa mengkonsumsi ikan laut. Tentu saja memiliki resiko yang signifikan terkontaminasi mikroplastik.

“Pengelolaan sampah upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi cemaran mikroplastik. Selama ini sampah belum terkelola dengan baik, sehingga kemungkinan masyarakat masih banyak yang membuang sampah ke lingkungan. Selain itu, pemisahan sampah organik dan anorganik juga masih terbatas dilakukan. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.