Wagub: Padang Panjang Berpotensi Jadi Sentra Pengolahan Susu Sapi di Sumbar

oleh -
Wagub Audy Joinaldy saat meninjau pengelolaan pengolahan sapi di Kota Padang Panjang. [biro adpim sumbar]

PADANGPANJANG, SR – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy mendorong Kota Padang Panjang sebagai sentra pengolahan susu sapi di Sumbar.

Hal itu disampaikannya saat meninjau unit pengolahan susu kelompok tani permata ibu, Rabu (4/8).

Ia mengatakan itu karena Kota Padang Panjang telah dikenal sebagai pionir usaha sapi perah sejak tahun 80-an.

“Oleh karena itu untuk menjadikan Kota Padang Panjang sebagai penghasil susu perah berkualitas, perlu meningkatkan sarana dan prasana yang masih kurang seperti perlu ada mesin pengolahan seperti untuk susu UHT,” katanya.

Baca Juga: Kunker ke Sumbar, Wakapolri Apresiasi Warga Sumbar untuk Dapat Vaksinasi Sangat Tinggi

Sambungnya, untuk hal tersebut ia meminta pengelola untuk berkoordinasi dengan pemerintah Kota Padang Panjang serta Provinsi Sumbar.

“Kita di provinsi sebenarnya punya alat UHT, tetapi letaknya di UPT Payakumbuh.
Mungkin nanti bisa dikoordinasikan agar saling bantu dengan Padang Panjang,” katanya.

Unit Pengolahan Susu Kelompok Tani Permata Ibu tersebut berupaya untuk mempertahankan kualitas susu produksinya diantaranya dengan menguji setiap susu yang masuk sesuai standar

Standart Operating Procedur (SOP) yang diterapkan diantaranya susu sapi murni harus diantar langsung oleh pemilik ke UPS Permata Ibu dalam plastik packaging dua lapis.

Kemudian packaging harus diberikan label atau merek sesuai dengan nama pemilik. Susu harus dalam keadaan bersih dan kemudian disusun rapi dalam freezer yang ada di ruang penerimaan.

Susu yang sudah masuk ruang penerimaan akan dites oleh petugas UPS dan Koperasi secara organo laptic, kemudian diuji lagi dengan alat milk analyzer.

Standar kualitas yang ditetapkan adalah F/lemak 2,75 persen, S/kepadatan non lemak 8,00 persen, P/Protein 2,75 persen.

Produksi susu UPS Permata Ibu per hari di masa pandemi menurun 50 persen yaitu 400 liter/hari dari sebelumnya 800 liter/hari. Pemasarannya sampai ke kabupaten dan kota lain dalam provinsi Sumbar dan ke Pekanbaru khusus untuk UHT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.