Wagub Sumbar Minta Wali Nagari Maksimalkan 4 Fungsi Posko Covid-19

oleh -
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, saat zoom meeting dengan Wali Nagari se-Sumbar dalam rangka kebijakan PPKM Mikro Darurat penanganan Covid-19 tingkat nagari/desa dan kelurahan, Kamis (22/7) di Ruang Rapat Kantor Bupati Sijunjung.

PADANG, SR–Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Audy Joinaldy meminta wali nagari, lurah dan kepala desa di Sumbar memaksimalkan empat fungsi posko penanganan Covid-19.

“Empat fungsi itu masing-masing fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan dan fungsi pendukung,” kata Audy Joinaldy, saat zoom meeting dengan Wali Nagari se-Sumbar dalam rangka kebijakan PPKM Mikro Darurat penanganan Covid-19 tingkat nagari/desa dan kelurahan, Kamis (22/7) di Ruang Rapat Kantor Bupati Sijunjung.

Ia menerangkan fungsi pencegahan erat kaitannya dengan sosialisasi bahaya Covid-19, sosialisasi tentang pelaksanaan PPKM hingga memberikan fasilitasi pengadaan masker handsanitizer dan mendorong masyarakat agar taat protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga: Pemko Bukittinggi Mulai Distribusikan Bansos untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Fungsi penanganan, bermuara pada penyediaan fasilitas-fasilitas untuk penanganan Covid-19 seperti ruang isolasi mandiri bagi warga di nagari.

Kemudian, fungsi pembinaan, di antaranya memberikan pemahaman bahwa pelanggar prokes bisa dikenai sanksi denda, kerja sosial, bahkan pidana sesuai dengan peraturan daerah.

Sedangkan fungsi pendukung adalah penyediaan data tentang masyarakat yang terpapar Covid-19, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal penanganan penyebaran virus tersebut.

Intinya adalah penanganan di hulu. Yaitu, pada masyarakatnya yang harus taat kepada prokes agar penyebaran virus bisa dikendalikan.

“Di hilir sudah kita upayakan seperti penambahan tempat tidur untuk pasien Covid-19, penyediaan oksigen hingga sanksi. Sekarang kita harus memperketat di hulunya. Yaitu masyarakat agar didorong untuk terus taat pada protokol kesehatan,” ujarnya.

Audy Joinaldy juga mengingatkan agar wali nagari, lurah dan kepala desa untuk waspada jika terjadi lonjakan kematian yang tidak biasa di daerah masing-masing.

Kondisi itu bisa jadi indikasi bahwa penyebaran Covid-19 sedang meningkat di daerah itu, tetapi pasien tidak dibawa ke rumah sakit dan hanya dirawat di rumah sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.