Waspadalah, 71 Ribu OTG Covid-19 Masih Berkeliaran Bebas di Sumbar

oleh -
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumbar, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal berikan materi tentang kesiapan masyarakat menghadapi Covid-19, setelah shalat Subuh di Mesjid Raya Al-Munawarah, Siteba, Padang, Sabtu (19/9).

PADANG, SR–Diperkirakan sebanyak 71 ribu masyarakat Provinsi Sumbar dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 masih berkeliaran dengan bebas.

“Mereka yang berstatus OTG ini belum menyadari bahwa dirinya terpapar dari virus corona, karena pernah berkontak langsung dengan pasien positif Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumbar, Jasman Rizal saat memberikan materi tentang kesiapan masyarakat dalam menghadapi Covid-19, setelah shalat Subuh di Mesjid Raya Al-Munawarah, Siteba, Padang, Sabtu (19/9).

“Jika diasumsikan penduduk Sumbar berjumlah lima juta orang, sebanyak 1,5 persennya telah terpapar Covid-19 dengan status OTG. Empat ribu orang telah dinyatakan positif dari hasil tracking, berpeluang 71 ribu OTG masih berkeliaran dengan bebas, dan tanpa mengalami gejala apapun,” ucapnya Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar

Baca Juga: Kunjungi Nagari Sikilang, Nasrul Abit Temukan Jalan Rusak Parah, Begini Responnya

Jasman Rizal mengungkapkan, secara persentasi, Sumbar provinsi ke dua di bawah DKI Jakarta yang melakukan swab terbanyak. “Wajar, saat ini terjadi lonjakan tinggi angka positif Covid-19 di Sumbar, karena Pemprov Sumbar melakukan tracking kepada OTG yang belum diperiksa,” tambahnya.

Jasman Rizal menghimbau masyarakat, untuk melakukan pemeriksaan swab gratis, yang telah difasilitasi oleh Pemprov Sumbar. Tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Swab itu tidak sakit, cuma geli-geli saja di hidung. Saya saja sering melakukan swab,” jelasnya.

Jasman Rizal mengungkapkan juga, sebanyak 60 persen penyebaran Covid-19 berasal dari penjualan makanan, yang tidak menerapkan protokol kesehatan dalam penyajiannya. “Banyak penjual makanan dalam berdagang, tidak menetapkan protokol kesehatan dalam menjajakan dagangannya. Jika kita berbelanja makanan siap saji, dan pelayannya tidak memakai masker, lebih baik kita membatalkan pembelian atau jangan makan di tempat tersebut,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.