Kata Fakhrizal, Nomor Urut 3 Simbol Harmonisasi Tungku Tigo Sajarangan

oleh -
FOTO: IST

PADANG, SR–Pasangan Calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar Fakhrizal-Genius Umar merasa, mendapatkan nomor urut tiga, merupakan sebuah kejutan yang tidak disangka-sangka.

“Alhamdulillah, ini sesuai dengan simbol saya sebagai Jenderal Niniak Mamak yakni Tigo Tungku Sajarangan, Tali Tigo Sapilin yang menggambarkan hubungan cerdik pandai, niniak mamak dan alim ulama yang harmonis,” kata Fakhrizal, usai rapat Pleno KPU Sumbar di Hotel Grand Inna Padang, Kamis (24/9).

Dijelaskan Fakhrizal, gelar sebagai Jenderal Niniak Mamak diperolehnya, ketika menjabat Kapolda Sumbar. Hal itu berangkat dari kebiasaannya dalam bertugas dan mengambil kebijakan, yang selalu berkomunikasi dan dialog dengan tigo tungku sajarangan. Hasilnya, Sumbar kondusif. pilkada dan pilpres berlangsung sukses.

“Saat saya baru bertugas, tokoh yang pertama saya ajak bicara adalah tigo tungku sajarangan. Karena di kampung kita Ranah Minang ini, peran mereka sangat besar. Terutama dalam mengayomi anak kemenakan. Sehingga senantiasa berlaku sesuai filosofi Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kitabullah,” ungkap Fakhrizal.

Setiap hari, kata Fakhrizal, pintu ruangannya di Mapolda Sumbar ketika itu terbuka bagi berbagai elemen masyarakat. Termasuk tigo tungku sajarangan. Begitu juga di rumah. Sehingga dirinya cepat merespons dinamika yang terjadi di masyarakat.

“Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Niniak Mamak serta kalangan adik-adik pemuda sering datang dan diskusi bagaimana mengatasi persoalan yang terjadi di masyarakat dan nagari. Saya juga apresiasi dan dukung semua kegiatan positif yang mereka gelar,” tukasnya.

Suami Ade Fakhrizal ini menambahkan, ketika masa jabatannya akan berakhir sebagai Kapolda Sumbar, hingga sekarang komunikasinya dengan para Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai masih terjaga.

Baca Juga: NA-IC Dapat Nomor Urut 2, Andre Rosiade Senang, Ini Alasannya

Bahkan, kata Fakhrizal, dorongan agar dirinya maju di Pilgub Sumbar, banyak datang dari kalangan tigo tungku sajarangan itu. “Mereka datang ke kantor dan ke rumah silaturahmi serta menyampaikan agar saya tetap di Sumbar, dengan pengabdian yang baru membangun daerah sebagai gubernur. Ini yang membuat saya terharu sampai sekarang dan bekerja keras bersama Pak Genius menjaga aspirasi dan amanah itu. Meski harus menghadapi banyak dinamika,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.